Senin, 21 September 2015
SAHABAT
Pengalamanku saat mempunyai sahabat
yang dekat denganku dia orangnya baik, cantik, pintar, perhatian dimana saat
saya sedang ada masalah, dia selalu memberiku solusi untuk menghadapi semua
masalah itu, dimana juga saat sedang sakit dia selalu memberiku semangat untuk
sembuh biar bisa berkumpul bersama lagi.
Tetapi saat dia memberiku solusi
terkadang aku kesal, disana aku berpikir dia begini buat kebaikanku dan aku mengerti
bagaimana kasih sayang seorang sahabat. Saya bangga mempunyai sahabat seperti
dia, bukan bangga lagi tetapi sudah kuanggap seperti kakakku sendiri. Walaupun
aku gak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang kakak kepada adiknya,
tetapi dengan adanya dia sahabatku yang paling dekat seakan-akan merasakan
kasih saying seorang kakak.
Namun sayangnya, sekarang dia pergi ke
luar kota engga ada di sampingku lagi saat ada masalah selalu ku pendam
sendirian tidak ada orang lagi yang mengerti dengan perasaan dan keadaan ini.
Pada saat dia pergi aku merasa
sedih, tidak ada sahabat lagi yang selalu
disampingku menemaniku setiap hari, sahabat yang selalu memberiku solusi,
sahabat yang selalu perhatian.
Saat beberapa bulan dia pergiaku selalu
bilang padanya “ Kapan pulang, kapan ke sini lagi, kapan bareng lagi?” Saat aku
menanyakan kepadanya sambil menangis karena merasa sedih. Saat itu juga dia
mengabariku lewat sms dia bilang “Gimana kabarnya?” aku jawab “Kabarku
baik-baik saja. Kamu gimana?” dia jawab lagi “Kabarku sangat baik.” Saat dia
mengabariku, disana aku merasa senang sekaligus terharu. 

